Panduan Pemilihan Tingkat Urgensi Laporan Kerusakan
Agar proses penanganan kerusakan sarana dan prasarana berjalan lebih cepat dan tepat sasaran, silakan pilih tingkat urgensi laporan sesuai kondisi sebenarnya. Setiap kategori memiliki waktu penanganan yang berbeda:
Mendesak
Kerusakan yang berpotensi mengancam keselamatan, keamanan, atau menghambat langsung kegiatan akademik dan operasional kampus.
🕐 Target penanganan: Maksimal 1 × 24 jam (hari kerja)
💡 Contoh: korsleting listrik, kebocoran air besar, pintu ruang utama tidak dapat ditutup, AC server rusak.
Perlu Tindaklanjuti Secepatnya
Kerusakan yang tidak berbahaya langsung, tetapi mengganggu kenyamanan atau fungsi ruang/kegiatan, dan dapat memburuk jika dibiarkan.
🕐 Target penanganan: Dalam 1–3 hari kerja
💡 Contoh: AC tidak dingin, kursi patah, lampu redup, wastafel tersumbat sebagian.
Tidak Mendesak, Perlu Diperhatikan
Kerusakan bersifat ringan atau estetis, tidak mengganggu kegiatan, dan dapat dijadwalkan dalam perawatan rutin.
🕐 Target penanganan: Dalam 3–5 hari kerja)
💡 Contoh: cat dinding mengelupas, label ruangan hilang, handle pintu longgar.
Catatan:
Waktu penanganan bersifat perkiraan dan disesuaikan dengan tingkat urgensi, ketersediaan teknisi, ketersediaan alat/bahan, serta prioritas perbaikan di lingkungan kampus. Mohon pilih kategori dengan bijak agar laporan Anda dapat segera ditindaklanjuti secara optimal.